ASUPAN ASAM FOLAT, VITAMIN B12 DAN VITAMIN C PADA IBU .

3y ago
118 Views
2 Downloads
397.12 KB
10 Pages
Last View : 15d ago
Last Download : 4m ago
Upload by : Luis Wallis
Transcription

J. Gizi Pangan, Maret 2017, 12(1):31-40ISSN 1978-1059 EISSN 2407-0920DOI: 10.25182/jgp.2017.12.1.31-40Terakreditasi SK Menristek Dikti 12/M/Kp/II/2015Tersedia daring: AN ASAM FOLAT, VITAMIN B12 DAN VITAMIN C PADA IBU HAMILDI INDONESIA BERDASARKAN STUDI DIET TOTAL(Intake of folic acid, vitamin B12 and vitamin C among pregnant womenin Indonesia based on Total Diet Study)1Eka Puspita Astriningrum1, Hardinsyah1*, Naufal Muharam Nurdin1Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Pertanian Bogor, Bogor 16680ABSTRACTThis study aimed to analyze intake of folic acid, B12 and C of pregnant women (PW) in Indonesia.This study used secondary data from a cross-sectional study, so called Total Diet Study conducted inyear 2014. The food consumption data were collected using the 24-hour dietary recall method. Totalsubjects of this study were 606 PW aged 14-49 old. Data of dietary intake of folic acid, vitamin B12,and vitamin C were analyzed using Indonesian food composition tables (FCT), nutrisurvey software,nutrition fact and FCT from United States Department of Agriculture (USDA). The results showed thatmean intake of folic acid, vitamin B12 and vitamin C were 167.2 145.5 µg/d, 3.5 5.3 µg/d, 61.3 75.8mg/d, respectively. The prevalence of severely deficiency of folic acid, vitamin B12 and vitamin C were88.3%, 34.5% and 46.9% respectively. Logistic regression analysis showed that the younger PW frommiddle and low economic status had higher risk for folic acid deficiency. PW with education level lessthan and equal to senior high school with middle and low economic status had higher risk for vitaminB12 deficiency. PW with education level less than and equal to senior high school had higher risk forvitamin C deficiency. Consumption of folic acid, vitamin B12 and vitamin C of PW was low, so theconsumption of vitamin sources was very important to prevent problems during pregnancy, such asanemia, premature, and also maternal and child mortality.Keywords: folic acid, pregnant women, vitamin B12, vitamin CABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis asupan asam folat, B12 dan C pada ibu hamil di Indonesia.Penelitian ini menggunakan data sekunder Studi Diet Total 2014 dengan desain cross-sectional study.Data konsumsi pangan diperoleh dengan metode recall 24 jam. Subjek penelitian ini adalah 606 ibuhamil umur 14-49 tahun. Asupan asam folat, vitamin B12 dan vitamin C dianalisis menggunakandaftar komposisi pangan dari Tabel Komposisi Bahan Makanan, perangkat lunak nutrisurvey, informasikandungan gizi dari produk kemasan berlabel dan Tabel Bahan Makanan Departemen PertanianAmerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata asupan vitamin asam folat, vitamin B12 danvitamin C berturut-turut 152,4 98,7 µg/hari, 3,4 7,1 µg/hari dan 62,3 72,7 mg/hari. Prevalensi ibuhamil yang tergolong defisiensi tingkat berat adalah 88,3%, 34,5% dan 46,9%, masing-masing untukasam folat, vitamin B12 dan C. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa ibu hamil berumurlebih muda dengan status ekonomi menengah dan bawah lebih berisiko mengalami defisiensi asam folat.Ibu hamil dengan tingkat pendidikan SLTA dengan status ekonomi menengah dan bawah lebih berisikomengalami defisiensi B12. Defisiensi vitamin C lebih sering terjadi pada ibu hamil yang berpendidikan SLTA. Konsumsi asam folat, vitamin B12 dan vitamin C pada ibu hamil tergolong masih rendah,sehingga konsumsi sumber vitamin perlu ditingkatkan untuk mencegah masalah selama kehamilan,seperti anemia, prematur, dan kematian ibu dan anak.Kata kunci: asam folat, ibu hamil, vitamin B12, vitamin CKorespondensi: Telp: 628129192259, Surel: hardinsyah2010@gmail.com*J. Gizi Pangan, Volume 12, Nomor 1, Maret 201731

Astriningrum dkk.PENDAHULUANKebijakan dan program pemerintah yangbanyak dilakukan saat ini ditunjukkan terutamauntuk masalah ibu hamil. Hal ini dikarenakan ibuhamil yang mengalami defisiensi masalah gizimerupakan penyebab utama kematian ibu hamilmaupun bayi yang dilahirkannya (Madanijahet al. 2013). Anemia merupakan masalah yangsering terjadi pada ibu hamil. Prevalensi anemiapada ibu hamil sebesar 37,1% (Riskesdas 2013)dan angka kematian ibu adalah 359/100.000kelahiran hidup (SDKI 2012).Penyebab anemia terutama adalahkekurangan zat gizi yang berperan dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein, besi, vitamin B12, vitamin C dan asam folat. Vitamin B12dibutuhkan untuk mengaktifkan asam folat danmetabolisme sel, terutama sel-sel saluran cerna,sumsum tulang dan jaringan syaraf. Asam folatberperan dalam metabolisme asam amino yangdiperlukan dalam pembentukan sel darah merah(Mahenaz & Ismail 2011). Penelitian Li WenXing (2016), mengungkapkan fungsi asam folatdapat meningkatkan enzim alanin aminotransferase (ALT), aspartat transaminase (AST), danglutamyl transpeptidase (GGT) yang penting untuk metabolisme di hati.Kekurangan vitamin B12 dan asam folatselama kehamilan berhubungan dengan peningkatan risiko kelahiran prematur, berat bayi lahirrendah dan terganggunya pertumbuhan janin(Charles et al. 2005). Selain itu kekurangan B12dapat menyebabkan kesemutan, gangguan penglihatan, alzheimer dan demensia (Rathod et al.2016). Sebanyak 80% ibu dengan kadar asam folat 27,00 nmol/L melahirkan bayi dengan ukuran lingkar kepala normal, sementara ibu dengankadar asam folat rendah 27,00 nmol/L hanya15,4% (Darwanti & Antini 2011).Vitamin C juga dibutuhkan selama kehamilan yang berfungsi membantu penyerapanbesi non heme dengan mereduksi besi ferri menjadi ferro dalam usus halus sehingga mudah diabsorpsi. Vitamin C menghambat pembentukanhemosiderin yang sukar dimobilisasi untuk membebaskan besi bila diperlukan, sehingga risikoanemia defisiensi zat besi bisa dihindari (Guntur2004). Menurut Pernille (2012), kekurangan vitamin C dapat menyebabkan kerusakan hipoccampus.Penelitian tentang asupan asam folat, vitamin B12 dan vitamin C pada ibu hamil hanyadilakukan di beberapa daerah di Indonesia, sedangkan penelitian yang berskala nasional (SDT)belum pernah dilakukan. Studi Diet Total (SDT)322014 termasuk dalam Riset Kesehatan Nasional(Riskesnas) berbasis komunitas, dilaksanakanoleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. Oleh karenaitu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitianmengenai asupan asam folat, vitamin B12 danvitamin C pada ibu hamil di Indonesia berdasarkan data Studi Diet Total agar dapat memberikaninformasi dan menambah edukasi gizi serta ketersediaan data mengenai asupan asam folat, vitamin B12 dan vitamin C pada ibu hamil.METODEDesain, tempat, dan waktuPenelitan ini menggunakan data sekunderSurvei Diet Total 2014. Pengolahan, analisis daninterpretasi data dilakukan oleh peneliti pada bulan Mei-Agustus 2106 di Kampus IPB DramagaBogor, Jawa Barat.Jumlah dan cara pengambilan subjekSubjek dalam penelitian ini adalah ibuhamil pada SDT 2014, mencakup 497 kabupaten/kota yang tersebar di 33 provinsi. SDT berhasilmengumpulkan dan menganalisis data ibu hamilsebanyak 643 orang. Data tersebut ditemukan sebanyak 35 ibu hamil dalam keadaan hamil menyusui dan 2 ibu hamil yang hanya mengonsumsi 2 jenis pangan dalam sehari, sehingga subjekakhir yang digunakan berjumlah 606 orang.Jenis dan cara pengumpulan dataData yang digunakan merupakan datasekunder SDT 2014. Data konsumsi diperolehdengan metode recall 1x24 jam, sedangkan yangdiperoleh meliputi karakteristik subjek wilayah(perkotaan, perdesaan), umur (14-18 th, 19-30 th,31-49 th), jumlah anggota rumah tangga (ART)( 4 orang, 4 orang), pendidikan (tidak/belumpernah sekolah, wajib belajar, tamat DI/DII/DII/Perguruan tinggi), status pekerjaan (tidak bekerja, bekerja, sekolah), pekerjaan utama (PNS/TNI/Polri/BUMD, pegawai swasta/wiraswasta,petani/buruh, lainnya) status ekonomi (bawah,menengah, atas) keadaan biologis (hamil, hamilsehat, hamil sakit, hamil menyusui, sehat hamilmenyusui, sakit hamil menyusui, dan berat badansaat dilakukan penelitian), nama bahan makananyang mengandung vitamin asam folat, B12 danC, serta berat mentah dan matang bahan makananatau minuman yang dikonsumsi.Pengolahan dan analisis dataData diolah menggunakan program komputer Microsoft Office Excel 2010 dan IBMJ. Gizi Pangan, Volume 12, Nomor 1, Maret 2017

Analisis asupan vitamin ibu hamil IndonesiaSPSS 20. Berat makanan dan minuman yangdikonsumsi dikonversikan ke dalam kandunganmakanan dan minuman menggunakan DaftarKomposisi Bahan Makanan, Nutrisurvey, labelgizi dari produk kemasan berlabel dan UnitedStates Department Of Agriculture karena mempunyai komposisi pangan yang paling lengkapyaitu ada 8.790 jenis makanan dan 46 jenis komposisi zat gizi.Kebutuhan asam folat, vitamin B12 dan Cdihitung berdasarkan EAR (Estimated Avera-geRequirement), yaitu tingkat pemenuhan kebutuhan vitamin dengan membandingkan antara asupan vitamin dan kebutuhan vitamin subjek yangdinyatakan dalam bentuk persen. Analisis ujibeda variabel karakteristik sosial ekonomi menggunakan uji Mann-Whitney dan Kruskal Wallis.Analisis multivariat digunakan untuk mengetahui faktor risiko atau Odds Ratio (OR) variabelindependen terhadap variabel dependen. Seluruhvariabel independen dianalisis bersama-sama untuk mengetahui variabel independen mana yangpaling berpengaruh terhadap variabel dependen.Variabel independen adalah variabel yang ber-hubungan dengan defisiensi vitamin (asam folat,vitamin B12 dan vitamin C), sedangkan variabeldependen adalah defisiensi vitamin.HASIL DAN PEMBAHASANKarakteristik subjekSebagian besar subjek tinggal di wilayahperdesaan (54,3%), berumur 19-30 tahun(58,4%), memiliki jumlah ART kecil 4 orang(59,6%), berpendidikan wajib belajar (78,2%)dan tidak bekerja (67,2%). Subjek di perkotaanmayoritas bekerja sebagai pegawai swasta/wiraswasta (17,0%), sedangkan subjek di perdesaanbekerja sebagai petani/buruh (15,5%). Statusekonomi subjek di perkotaan sebagian besar tergolong menengah (49,8%), sedangakan 50,1%subjek di perdesaan tergolong status ekonomibawah (Tabel 1).Asupan vitaminRata-rata asupan asam folat dan vitaminC diketahui kurang dari standar kebutuhan EAR.Sejalan dengan Septiyeni et al. (2016), diperolehTabel 1. Sebaran subjek berdasarkan karakteristik sosial ekonomiKarakteristikUmur (tahun)14-1819-3031-49Jumlah anggota rumah tanggaKecil ( 4 orang)Besar ( 4 orang)PendidikanTidak tamat SD/belum pernah sekolahWajib belajar (6-9 th)Perguruan tinggiStatus pekerjaanTidak bekerjaBekerjaSekolahPekerjaan utamaPNS/TNI/Polri/BUMDPegawai swasta/ WiraswastaPetani /BuruhLainnyaStatus ekonomiBawahMenengahAtasPerkotaann 277%Klasifikasi daerahPerdesaann 329%Totaln ,011,921626312735,643,421,0J. Gizi Pangan, Volume 12, Nomor 1, Maret 201733

Astriningrum dkk.rata-rata konsumsi asam folat sebesar 341,95µg/hr pada ibu hamil di Padang. Didukung olehpenelitian Mito (2007) di Jepang yang menunjukkan rata-rata asupan asam folat 289 151µg/hari yang kurang dari rekomendasi yaitu 440 µg/hari.Menurut Fatimah et al. (2011), rata-rataasupan vitamin C pada 200 ibu hamil di Sulawesi Selatan sebesar 31,9 32,9 mg/hari. Sebanyak68% ibu hamil di Nigeria, mempunyai asupanvitamin C yang kurang dari 80% RDA (Ojofeitimi 2008). Hal ini dapat disebabkan konsumsisumber asam folat dan vitamin C yaitu hati,kacang-kacangan, sayur dan buah masih relatifkecil. Kandungan asam folat yang tinggi dalammakanan akan hilang sampai 80% dalam prosespengolahan (Darwanti & Antini 2012). Begitujuga dengan vitamin C, sehingga kemungkinanterjadi kehilangan vitamin selama proses pengolahan pangan.Terdapat perbedaan berdasarkan wilayah,pendidikan, status pekerjaan dan status ekonomi,sedangkan asupan vitamin C diketahui terdapatperbedaan berdasarkan wilayah, umur, ART, pendidikan dan status ekonomi (p 0,05) (Tabel 2).Rendahnya konsumsi pangan di perdesaan dapatdikarenakan kondisi daerah yang umumnyakurang memadai dari segi transportasi sehinggaakses terhadap pangan terganggu dan mengakibatkan menurunnya daya beli serta konsumsi masyarakat (Abidah et al. 2015).Rata-rata asupan vitamin C ART 4 oranglebih besar, hal ini dapat disebabkan banyaknyakandungan vitamin C dalam makanan yangdikonsumi lebih banyak karena jumlah anggotalebih kecil. Menurut Nababan (2013), jumlahanggota keluarga berkaitan dengan pendapatanrumah tangga yang akhirnya akan memengaruhipola konsumsi rumah tangga tersebut. Semakintinggi tingkat pendidikan, asupan asam folat, vitamin B12, dan C semakin tinggi. Hal ini sejalandengan penelitian Saputra dan Nurrizka (2012)yang menunjukkan tingkat pendidikan memengaruhi tingkat pengetahuan. Pengetahuan akanmemengaruhi perilaku dalam pemilihan makanan.Tidak terdapat perbedaan asupan asam folatTabel 2. Rata-rata, standar deviasi, dan median asupan vitamin berdasarkan karakteristik sosial ekonomiKarakteristikWilayahPerkotaanPerdesaanUmur (tahun)14-1819-3031-49Jumlah anggota keluargaKecil ( 4 orang)Besar ( 4 orang)PendidikanTidak tamat SD/belum pernah sekolahWajib belajar (6-9 th)Perguruan tinggiStatus pekerjaanTidak bekerjaBekerjaSekolahStatus ekonomiBawahMenengahAtasAsam folat (µg)Zat giziVitamin B12 (µg)Mean SD (med)Vitamin C (mg)165,1 102,1(142,3)b141,7 94,5(127,4)a3,9 8,4(2,0)b3,0 5,8(1,8)a71,1 81,4(47,7)b54,8 63,7(33,0)a124,8 74,9(126,2)157, 106,4(140,5)147,5 87,5(130,4)2,1 2,4(1,4)3,6 7,3(1,9)3,4 7,3(1,9)36,9 38,6(23,6)a64,4 69,4(42,1)b62,3 8,6(37,7)c,b155,8 99,7(137,2)147,4 97,2(128,2)3,5 7,6(2,0)3,3 6,3(1,8)68 81,8(43,3)b53,7 55,7(34,2)a139,5 99,8(120,3)a147,2 98,(128,7)a199,0 117,2(166,2)b,c2,0 3,8(1,0)a3,3 6,5(1,8)b5,1 9,9(3,3)c56,7 80,4(30,3)a58,4 71,3(34,5)a96,2 106,0(57,0)b,c147,2 98,7(127,7)a160,4 94,6(145,6)b246,7 166,8(179,6)a,b3,2 6,3(1,9)3,8 8,4(1,9)7,5 12,6(3,0)59,4 74,2(34,8)67,1 68,3(45,1)95,9 103,0(73,9)132,5 84,8(120,5)a154,0 80,7(139,2)b2,5 4,2(1,2)a3,3 7,0(1,9)b54,2 65,7(31,3)a60,2 62,2(40,9)b182,7 139,0(152,4)c,b5,0 10,2(2,6)c80,1 97,6(47,0)c,bKeterangan: tanda yang berbeda (a,b,c) menunjukkan hasil uji beda yang signifikan.34J. Gizi Pangan, Volume 12, Nomor 1, Maret 2017

Analisis asupan vitamin ibu hamil Indonesiaantara bekerja dan sekolah, dikarenakan kemungkinan subjek dapat memiliki pengetahuan gizi secara informal sehingga memengaruhi pemilihanmakanan. Hal ini sejalan dengan penelitian Azharet al. (2015) bahwa semakin tinggi nilai pengetahuan semakin tinggi sikap atau perilaku yangdimiliki seseorang.Hasil uji beda status ekonomi menengahdan atas tidak berbeda pada asupan asam folatdan vitamin C (p 0,05), namun status ekonomi golongan atas tetap memiliki rata-rata lebihtinggi. Hal ini berbeda untuk asupan vitaminB12 (Tabel 2) yang sudah melebihi rata-rata kebutuhan. Hal ini disebabkan konsumsi ikan dantelur pada ibu hamil di Indonesia relatif tinggi.Hasil penelitian Mito (2007) pada ibu hamil diJepang, diperoleh rata-rata asupan vitamin B126,2 5,5µg/hari dan sudah melebihi rekomendasiyaitu 2,8 µg/hari. Berbeda dengan hasil penelitian Setyawati dan Syauqy (2014), didapatrata-rata asupan vitamin B12 yaitu 1,5 μg/hari,karena kurang mengonsumsi pangan sumber vi-tamin B12. Terdapat perbedaan (p 0,05) asupanvitamin B12 berdasarkan wilayah, pendidikandan status ekonomi, dimana asupan vitamin B12wilayah perkotaan dengan ART 4 orang, pendidikan perguruan tinggi dan status ekonomi atasmemiliki rata-rata lebih besar dibandingkan kelompok lainnya (Tabel 2).Semakin tinggi tingkat pendidikan, makapeluang mendapatkan pekerjaan, pendapatan,serta pengetahuan tentang gizi akan semakinmeningkat. Sejalan dengan Febriana dan Sulaeman (2014), terdapat perbedaan pengetahuan gizipada ibu yang bekerja dan tidak bekerja.Tingkat pemenuhan vitaminSebagian besar subjek memiliki kategoritingkat pemenuhan asam folat tergolong defisitberat (Tabel 3). Sejalan dengan penelitian Devianty et al. (2013), pada 45 ibu hamil di KecamatanBontonompo, Kecamatan Gowa Jawa Barat diperoleh sebanyak 43 orang (97,8%) ibu hamiltergolong defisiensi asam folat. Penelitian Ruk-Tabel 3. Tingkat pemenuhan asam folatKarakteristikWilayahPerkotaanPerdesaanUmur (tahun)14-1819-3031-49Jumlah anggota keluargaKecil ( 4 orang)Besar ( 4 orang)PendidikanTidak tamat SD/ belum pernah sekolahWajib belajar (6-9 th)Perguruan tinggiStatus pekerjaanTidak bekerjaBekerjaSekolahStatus ekonomiBawahMenengahAtasCukupn 20(%)Asam folat (µg)Defisit sedangn 51(%)Defisit beratn 535(%)15 (5,4%)5 (1,5%)25 (9,0%)26 (7,9%)237(85,6%)298(90,6%)0 (0%)15 (4,2%)5 (2,3%)3 (10,0%)28 (7,9%)20 (9,0%)27 (90,0%)311 (85,6%)197 (88,7)12(3,3%)8(3,3%)32 (8,9%)19 (7,8%)317(87,8%)218(89,0%)2 (4,3%)14 (3,0%)4(4,6%)5 (10,9%)33 (7,0%)13(14,9%)39 (84,8%)426(90,1%)70(80,5%)10 (2,5%)8 (4,1%)2 (33,3%)35 (8,6%)16 (8,3%)0(0,0%)362 (88,9%)169(87,6%)4 ,7%)198(91,7%)232(88,2%)105(82,7%)Keterangan: cukup 70%, defisit sedang 50-70%, defisit berat 50%.J. Gizi Pangan, Volume 12, Nomor 1, Maret 201735

Astriningrum dkk.mana dan Kartasurya (2014) pada 35 ibu hamiljuga menunjukkan tidak ada satupun ibu yangmemiliki asupan folat cukup, meskipun asupanfolat dan suplemen sudah diperhitungkan. Folatselama kehamilan memengaruhi berat plasentayang merupakan faktor penentu dari berat janin.Kekurangan folat selama kehamilan dapat menjadi faktor risiko malformasi janin dan berbagaipenyakit yang berhubungan dengan plasenta.Sebagian besar ibu hamil memiliki tingkatpemenuhan vitamin B12 kategori cukup (Tabel4). Hal ini dapat disebabkan karena sering mengonsumsi pangan sumber vitamin B12, sepertiikan dan telur. Zikrilia (2016) juga menemukanhal yang sama yaitu rata-rata konsumsi panganhewani ibu hamil di Indonesia 150,2 121,0 g/hari yang lebih besar dari anjuran gizi seimbang.Sebagian besar subjek termasuk kategoridefisit berat dalam pemenuhan vitamin C (Tabel 5). Ibu hamil jarang mengonsumsi sayur danbuah yang merupakan sumber vitamin C. Hasilpenelitian Sriwahyuni (2013), menunjukkan ibuhamil yang sering mengonsumsi buah dan sayurmemiliki asupan vitamin C yang cukup.Faktor risiko defisiensi vitaminHasil uji regresi logistik berganda antarakarakteristik sosial ekonomi dengan defisiensivitamin diperoleh bahwa subjek dengan status ekonomi tergolong bawah dan menengahmenjadi faktor risiko kejadian defisiensi asamfolat (OR 3,6;95%CI:1,4-9,0) dan vitaminB12 (OR 1,6;95%CI:1,0-2,6). Artinya, statusekonomi golongan bawah dan menengah cenderung meningkatkan kejadian defisiensi asamfolat 3,839 kali dan vitamin B12 sebesar 1,643kali lebih tinggi dibandingkan status ekonomigolongan atas. Hal ini sejalan dengan penelitianYanti et al. (2015) terdapat hubungan status ekonomi dengan kejadian anemia pada ibu hamil diwilayah kerja Puskesmas Pringsewu Lampung.Sumber asam folat dan vitamin B12 terdapat pada hati, ikan, susu, sayur dan buah dimana harga pangan tersebut relatif lebih mahal danTabel 4. Tingkat pemenuhan vitamin B12Vitamin B12 (µg)CukupDefisit sedangDefisit beratn 344(%)n 539(%)n 209(%)Perkotaan269 (61,0%)32(11,6%)76 (27,4%)Perdesaan175 (53,2%)21 (6,4%)133 (40,4%)14-1814 (46,7%)4 (13,3%)12 (40,0%)19-30209 (59,0%)22 (6,2%)123 (34,7%)31-49121 (54,5%)27 (12,2%)74 (33,3%)208 (57,6%)136 (55,5%)34 (9,4%)19 (7,8%)119 (33,0%)90 (36,7%)Tidak tamat SD/ belum pernah sekolah18 (39,1%)2 (4,3%)26 (56,5%)Wajib belajar (6-9 th)258 (54,5%)5 (10,6%)165 (34,9%)Perguruan Tinggi68 (78,2%)1 (1,1%)18 (20,7%)Tidak bekerja231 (56,8%)41(10,1%)135 (33,2%)Bekerja109 (56,5%)11 (5,7%)73 (37,8%)Sekolah4 (66,7%)1 (16,7%1 (16,7%)Bawah100 (46,3%)14 (6,5%)12 (47,2%)Menengah154 (58,6%)31(11,8%)78 (29,7%)Atas90 (70,9%)8 (6,3%)29 (22,8%)KarakteristikWilayahUmur (tahun)Jumlah anggota keluargaKecil ( 4 orang)Besar ( 4 orang)PendidikanStatus pekerjaanStatus ekonomiKeterangan: cukup 70%, defisit sedang 50-70%, defisit berat 50%.36J. Gizi Pangan, Volume 12, Nomor 1, Maret 2017

Analisis asupan vitamin ibu hamil IndonesiaTabel 5. Tingkat pemenuhan vi

Konsumsi asam folat, vitamin B12 dan vitamin C pada ibu hamil tergolong masih rendah, sehingga konsumsi sumber vitamin perlu ditingkatkan untuk mencegah masalah selama kehamilan, seperti anemia, prematur, dan kematian ibu dan anak. Kata kunci: asam folat, ibu hamil, vitamin B12, vitamin C *Korespondensi: Telp: 628129192259, Surel: hardinsyah2010@gmail.com J. Gizi Pangan, Volume 12, Nomor 1 .

Related Documents:

hubungan antara asupan asam folat dengan kadar Hb dengan nilai p 0,64. Kata Kunci : asupan fe, asupan folat, kadar hb, tb paru . Abstract . Tuberculosis pulmonary can lead to various metabolic disorders and system disturbances in the body, one of which is synthetic disorder of Hemoglobin levels. Some nutrients which can influence the synthetic of Hemoglobin levels are iron (Fe) and folic .

Fe, asam folat dan vitamin B 12). Dosis plasebo yaitu laktosa 1 mg (berdasarkan atas laktosa 1 mg tidak mengandung zat gizi apapun sehingga tidak memengaruhi asupan pada kelompok kontrol), Fe 60 mg dan asam folat 0,25 mg (berdasarkan kandungan Fero Sulfat), vitamin vitamin B 12 0,72 µg berdasarkan atas kekurangan

menentukan kadar asam folat. Fortifikan yang ditambahakan asam folat sebanyak 1100 mcg/100 gr bahan dan Fe-fumarat 43.4 mg/100 gr bahan. Dari hasil penelitian didapatkan hasil kadar asam folat pada adonan sebesar 1078,51 mcg/100 gr, pada pemanggangan I sebesar 1067,97 mcg/100 gr,

Asam folat dalam tubuh berfungsi sebagai co-enzym mempunyai dua efek fisiologis utama yaitu sebagai faktor enzim sintesis deoxyribonucleic acid (DNA) dan ribonucleic acid (RNA) yang berperan pada replikasi sel. Asam folat berfungsi untuk pembentukan materi genetik di dalam sel tubuh, selain itu asam folat juga berfungsi untuk pembentukan sel darah merah dan sel darah putih di sumsum tulang .

Asam folat dapat diperoleh dari daging, sayuran berwarna hijau, dan susu. Gizi buruk (malnutrisi) merupakan penyebab utamanya. Anemia jenis ini jugaberkaitan dengan pengerutan hati (sirosis). Sirosis hati menyebabkan cadangan asam folat di dalamnya menjadi sedikit sekali. Kekurangan asam folat juga dapat menyebabkan gangguan kepribadian dan hilangnya daya ingat. Gejala-gejalanya hampir sama .

kadar asam folat di bawah normal, yaitu folat serum 3 ng/ml dan folat eritrosit 130 ng/mL (Mayes, 2007). Defisiensi folat ini dapat terjadi karena akibat langsung dari kurangnya konsumsi .

History of ASAM Criteria 1991: First edition of ASAM’s Patient Placement Criteria for the Treatment of Psychoactive Substance Use Disorders 1996: ASAM PPC-2 : Included Continuing Stay and Discharge Criteria 1998/99 ASAM PPC endorsed by 30 states, Dept of Defense, & some MCOs 2001: ASAM

the asset management industry and we devote special attention to the international diversification of portfolios and the problem of global asset allocation. We also use international data to illustrate the quantitative tools employed in the industry. The final class in this segment examines emerging markets and how the globalization process has affected asset prices. II. Performance .