Implementasi Program Kotaku Dalam Menyelesaikan Persoalan Lingkungan .

1y ago
27 Views
2 Downloads
1.57 MB
56 Pages
Last View : Today
Last Download : 4m ago
Upload by : Aarya Seiber
Transcription

IMPLEMENTASI PROGRAM KOTAKU DALAM MENYELESAIKAN PERSOALANLINGKUNGAN KUMUH DI KRICAK YOGYAKARTASkripsiDiajukan kepada Fakultas Dakwah dan KomunikasiUniversitas Islam Negeri Sunan Kalijaga YogyakartaUntuk Memenuhi Sebagian Syarat-syaratMemperoleh Gelar Sarjana Strata IOleh:Imas WidiyantiNIM. 14230032Pembimbing:Dr. Pajar Hatma Indra Jaya S.Sos.,M.Si.NIP. 19810428 200312 1 003PROGRAM STUDI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAMFAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASIUNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGAYOGYAKARTA2018

ii

iii

iv

v

HALAMAN PERSEMBAHANAlhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT atas nikmat, karunia, dan hidayahNya yang masih diberikan kepada penulis, karya ini penulis persembahkan kepada:1. Bapak Zamrodin yang telah bekerja keras dan memberi supportdalam bentuk apapun kepada penulis selama kuliah ini dan jugamemberikan doa yang sangat tulus sepanjang waktu.2. Ibu Muntiah yang menjadi “bidadari” dalam segala hal, dan jugapelita kegelapan penulis yang selalu mendoakan penulis agarberpendidikan lebih baik dari beliau, dan juga selalu mengajarkanuntuk tidak menyerah karena setiap ujian pasti akan ada hikmahyang Allah berikan kelak.vi

MOTTO“Perhatikan apa-apa yang dikatakan (diucapkan) dan janganlah memperhatikansiapa yang mengatakan”1 Abu Nawas1Abu Nawas, Kumpulan Kata Mutiara Abu Nawas, lispenakecil.blogspot.co.id, diaksespada tanggal 12 mei 2018vii

ABSTRAKImas Widiyanti, Implementasi Program Kotaku Dalam MenyelesaikanPersoalan Ligkungan Kumuh Di Kricak Yogyakarta, Skripsi, Yogyakarta: ProdiPengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN SunanKalijaga Yogyakarta. Program Kotaku merupakan Program dari pemerintah KotaYogyakarta yang bertujuan untuk membantu dalam menuntaskan masalahpenataaan kawasan kumuh yang ada di berbagai wilayah di Yogyakarta. Dalammemantau proses pelaksanaan penataan kawasan tersebut dibutuhkan kelompokyang dibentuk oleh masyarakat untuk menjadi Tim dalam penaggung jawab diKricak RW 1 Tegalrejo Yogyakarta.Tujuan dari penelitian ini untuk mendiskripsikan implementasi dariProgram Kotaku dan juga dampak yang dirasakan oleh masyarakat setempatdengan adanya penataan kawasan. Metode penelitian ini menggunakan deskriptifkualitatif. Penarikan informan menggunakan teknik cluster. Metode pengumpulandata menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data dilihatdengan teknik triangulasi sumber.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Program Kotaku diKricak RW 1 Tegalrejo Yogyakarta sudah berjalan sesuai dengan PU Nomor40/SE/DC/2016. Tahap implementasi meliputi tahap sosialisasi, tahapperencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap keberlanjutan. Dampak yang dirasakanoleh masyarakat, yaitu perubahan fisik lingkungan menjadi tidak kumuh,tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan adanya ruangterbuka publik, serta peninhkatan ekonomi masyarakat setempat denganpemanfaatan ruang terbuka publik.Kata Kunci: Implementasi, Program Kotaku, Dampak.viii

KATA PENGANTARPuji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang telahmemberikan rahmat serta hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikanproses penyusunan skripsi ini. Sholawat serta salam tidak lupa penulis haturkankepada Nabi Muhammad SAW, sebagai suritauladan kita hingga akhir zamannanti.Penelitian ini berisi bagaimana penerapan Program Kotaku di Kricak RW1 Tegalrejo Yogyakarta, dan dampak yang dirasakan oleh masyarakat denganadanya Program Kotaku terhadap perubahan sosial masyarakat Kelurahan KricakRW 1 Tegalrejo Yogyakarta, Skripsi ini tidak akan terselesaikan jika tanpa adadukungan dari berbagai pihak yang telah banyak memberikan saran dan masukan,maka dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:1. Bapak Prof. KH. Yudian Wahyudi, MA. Ph. D, selaku RektorUniversitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.2. Ibu Dr. Nurjanah, M.Si, selaku Dekan Fakultas Dakwah danKomunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.3. Bapak Dr. Pajar Hatma Indrajaya, S.Sos, M.Si, selaku ketua ProdiPengembangan MasyarakatIslam dan juga sekaligus selakupembimbing yang telah banyak memberikan saran dan juga masukanselama proses pembuatan skripsi penulis.ix

4. Seluruh Dosen Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam yangtelah memberikan ilmunya selama masa studi.5. Staff dan karyawan TU Program Studi Pengembangan MasyarakatIslam, Fakultas Dakwah Dan Komunikasi atas bantuannya ndalampenyelesaian skripsi ini.6. Kepada kedua orang tuaku dan juga keluarga besar yang selalu takhenti-hentinya memberikan semangat dukungan dan juga yang telahmendoakan segala aktifitas untuk bisa lancar dan di Ridhoi Allah,sehingga penulis berada di penghujung tugas akhir.7. Kedua adikku tersayang, Muhammad Ali Maksum Fatkhurosi danHudan Farid Maftuhin yang selalu mengingatkan untuk terussemangat serta tak hentinya mengingatkan untuk mengerjakan skripsiini dengan sungguh-sungguh sehingga menjadi motivasiku untukselalu memberikan contoh yang baik dikedepannya.8. Kepada masyarakat kelurahan Kricak Rw 1 Tegalrejo Yogyakartaserta pengurus BKM Program Kotaku yang telah bersedia untukmembantu penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.9. yarakat Islam angkatan 2014 yang telah memberikan banyakkontribusi terhadap penulisan tugas akhir ini.x

10. Ucapan terima kasih pula kepada teman-teman KKN “Bendo Squad”yaitu Mitong, Vera, Dek fitri, Nenek Fatim, Yusron, Irwan, Mimin,Anisa dan juga Zia,11. Ucapan terima kasih juga kepada teman-teman Radio Rasida lammengerjakan skripsi mengingat sudah mahasiswa lama.12. Ucapan terima kasih untuk teman-teman mendes ku Kak SilviLabibah dan Kak Muna, untuk selalu saling mengingatkan dan jugamemberi semangat satu sama lain.13. Ucapan terima kasih kepada Aweng Efendi dan Siti Nurhidayahyang selalu membantu dan memberi semangat.14. Terima kasih juga kepada Aditya Dwi Pradipta yang telah membantudan juga selalu mengingatkan untuk mengerjakan skripsi dengan rajinserta memberi semangat yang tiada henti-hentinya.15. Terima kasih juga untuk kakak ku tersayang Radita Eka Saputri yangselalu mengingatkan dan juga selalu memberi semangat walaupun darijauh.16. Terima kasih juga untuk teman-teman satu bimbingan skripsi, Ulfi,Lifa, Wahidatul dan Dika.17. Semua pihak yang telah memberi semangat dan perhatiannya, baikdari segi tenaga, waktu, materi, dalam penulisan dan penyelesaianskripsi ini.xi

xii

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL . iHALAMAN PENGESAHAN . iiSURAT PERSETUJUAN SKRIPSI . iiiSURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI . ivSURAT PERNYATAAN BERHIJAB . vHALAMAN PERSEMBAHAN . viMOTTO . viiABSTRAK . viiiKATA PENGANTAR . ixDAFTAR ISI . xDAFTAR TABEL. xviDAFTAR GAMBAR . xviiBAB I: PENDAHULUANA.Penegasan Judul . 1B.Latar Belakang Masalah . 4C.Rumusan Masalah . 7D.Tujuan Penelitian . 7E.Manfaat Penelitian . 7

G.Kerangka Teori .13H.Metode Penelitian . 21BAB II: GAMBARAN KELURAN KRICAK RT 02 YOGYAKARTAA.Profil Kelurahan Kricak .301.Letak Geografis Kelurahan Kricak .302.Perangkat Kelurahan Kricak Tegalrejo . 323.Pendidikan Masyarakat Kricak .334.Pekerjaan/Mata Pencaharian Masyarakat Kricak.345.Keadaan Keagamaan Kelurahan Kricak . 356.Sosial Budaya Kelurahan Kricak .36B.Gambaran Umum Program Kotaku .381.Deskripsi Singkat Program Kotaku .382.Visi Dan Misi Program Kotaku . 393.Struktur Kepengurusan Program Kotaku Kricak .394.Tujuan Program Kotaku .405.Keunggulan Program Kotaku . 41BAB III: TAHAPAN IMPLEMENTASIDAN DAMPAK PROGRAM KOTATANPA KUMUH (KOTAKU) DI RT 02 RW 01 KRICAK TEGALREJOYOGYAKARTAA. Proses Implementasi Program Kotaku Di Kricak Tegalrejo Yogyakartaxiv

1.Tahap Sosialisasi .422.Tahap Perencanaan .453.Tahap Pelaksanaan . 544.Tahap Keberlanjutan . 65B. Dampak Program Kotaku Di RT 02 RW 01 Kelurahan KricakTegalrejo Yogyakarta .651.Kondisi Fisik .662.Menumbuhkan Kesadaran .673. Adanya Ruang Terbuka Publik .694. Meningkatkan Ekonomi Masyarakat .69BAB IV: PENUTUPA.Kesimpulan .73B.Saran .76DAFTAR PUSTAKA .LAMPIRAN-LAMPIRAN .xv

DAFTAR TABELTabel 1: Masyarakat Berdasarkan Pendidikan . 34Tabel 2: Masyarakat Berdasarkan Pekerjaan . 35Tabel 3: Prasarana Peribadatan . 36Tabel 4: Sarana Prasaran kelurahan Kricak . 37Tabel 5: Jenis Kegiatan Penataan Kawasan.46Tabel 6: Daftar Peralatan dan Bahan Kegiatan Talut Permukiman.47Tabel 7: Daftar Peralatan dan Bahan Kegiatan Talut Ruang Terbuka.48Tabel 8: Daftar Peralatan dan Bahan Kegiatan Ruang Terbuka Publik.49Tabel 9: Kewenangan Kebijakan Kelurahan Kricak Tegalrejo Yogyakarta.57xvi

DAFTAR GAMBARGambar 1:Kelurahan Kricak . 32Gambar 2:Rencana Pembangunan Talut Permukiman . 50Gambar 3:Rencana Talut Ruang Terbuka Publik . 51Gambar 4:Rencana Ruang Terbuka Publik . 52Gambar 5: Kondisi Talut permukiman sebelum diperbaiki . 57Gambar 6: Kondisi Talut permukiman setelah diperbaiki . 59Gambar 7: Kondisi Talut Ruang Terbuka Publik sebelum diperbaiki . 60Gambar 8: Kondisi Talut Ruang Terbuka Publik sesudah diperbaiki. 61Gambar 9: Kondisi Ruang Terbuka Publik sesudah diperbaiki . 62Gambar 10: Dampak Kondisi Fisik Lingkungan . 67Gambar 11: Ruang Terbuka Publik . 70xvii

BAB 1PENDAHULUANA. PENEGASAN JUDULSkripsi ini berjudul Implementasi Program Kotaku karta.Agartidakmenimbulkan perluasan arti atau kesalahan pengertian yang ada pada judulskripsi di atas maka penulis perlu memperjelas beberapa istilah yang dibahaspada judul tersebut.1. entaramengimplementasikan adalah melaksanakan; menerapkan.1 Sedangkanimplementasi yang dimaksud oleh penulis dalam skripsi ini adalahpengaplikasian dari sebuah perencanaan yang telah disusun secara ndalampemberdayaan masyarakat ini pun penulis lebih kepada poin penataankawasan kumuh di Kricak Yogyakarta.2.Program KotakuProgram Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) adalah program yangdilaksanakan secara nasional di 269 kota/kabupaten di 34 Provinsi yangmenjadi “platform” atau basis penanganan kumuh yang mengintegrasikan1Tim Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga, Kamus Besar BahasaIndonesia(Jakarta: Balai Pustaka, 2005) , hlm. 427.1

berbagai sumber daya dan sumber pendanaan, termasuk dari pemerintahpusat, provinsi, kota/kabupaten, pihak donor, swasta, masyarakat, danpemangku kepentingan lainnya. Program Kotaku ini bertujuan untukmeningkatkan penghasilan masyarakat berpenghasilan rendah anpenghidupanmasyarakat untuk mendukung pencegahan dan peningkatan kualitaskawasan permukiman masyarakat dan juga membangun kawasan yangkumuh, dimana pemerintah daerah memimpin dan bekerjasama pankankepentingan masyarakat2. Dengan demikian, peneliti menyimpulkanbahwa salah satuProgram Kotaku yaitu perencanaan dari pemerintahdalam mewujudkan penataan kawasan di bantaran sungai Winongo.Dengan alasan karena kesejahteraan hidup selalu menjadi harapan semuamasyarakat.3. Lingkungan Kumuhlingkungan kumuh adalah lingkungan yang tidak layak hunidikarenakan tidak teraturnya bangunan serta sarana prasarana yang tidakmemenuhi syarat.Indikator dikatakan kumuh adalah: pertama, kondisi bangunandengan kriteria keteraturan bangunan, padatnya bangunan dan persyaratanteknis. Kedua, kondisi jalan lingkungan dengan kriteria i-program-kotaku, diakses tanggal 10 Oktober2017.2

asekondisi/kualitasinfrastruktur. Keempat, kondisi penyediaan air minum dengan kriteriacukupan pelayanan. Kelima, kondisi pengolahan limbah dengan kriteriacakupan. Keenam, kondisi pengolahan sampah dengan kriteria cakupanpelayanan. Ketujuh, kondisi pengamatan kebakaran dengan kriteriacakupan pelayanan.34. Kricak YogyakartaKricak adalah sebuah kelurahan yang terletak di KecamatanTegalrejo, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Kricakadalah tempat penelitian dari program Kotaku ini.Kricak yang dimaksuddalam penelitian ini adalah Kriak RT 02 RW 01.Berdasarkan definisi masing-masing istilah di atas, maka yangdimaksud judul penelitian ini adalah penelitian tentang tahapan dandampakyangdi timbulkan dari Program Kotaku sebagai kelanjutanprogram pemberdayaan masyarakat kota di daerah RW 01 RT 02 KricakYogyakarta.3Joko Ari Cahyono, Paparan kebijakan penanganan kawasan kumuh dalam diskusikawasan kumuh di Universitas Kristen Duta Wacana, pada 1 maret 0183

B. Latar BelakangKehidupan yang menjadi dambaan masyarakat adalah kondisi yangsejahtera4. Masalah permukiman kumuh memang sangat terasa sekali di kotakota besar di Indonesia. Menurut catatan dari Direktorat Jenderal Cipta KaryaKementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(PUPR), jumlahpenduduk dalam kategori miskin di wilayah perkotaan menjadi 10,49 jutajiwa pada tahun 2017. Mereka menempati kawasan kumuh seluas38.431hektare dengan jumlah rumah mencapai 7,6 juta rumah.Usaha pemerintah dalam menangani permukiman kumuh (slum area)salah satunyadilakukan dengan program Kotaku. Hal tersebut tertulis dalamSurat Edaran Kementrian PUPR No. 40/SE/DC/2016 tentang pedoman umumprogram Kota Tanpa Kumuh5. Program Kotaku ini dilaksanakan secaranasional di 269 kota/kabupaten 34 Propinsi. Hal tersebut dilakukan melaluikegiatan-kegiatan pada kawasan kumuh melalui kegiatan pembangunaninfrastruktur serta pendampingan sosial dan ekonomi guna keberlanjutanmasyarakat di permukiman kumuh.6Program Kotaku dilaksanakan di kota yang menjadi akibat dariurbanisasi. Menurut Agus Tri Haryanto kepala Dinas Pekerjaan Umum4Soetomo, Masalah Sosial dan Upaya Pemecahaannya, cet 2 (Yogyakarta: PustakaPelajar, 2010), hlm.307.5Surat Edaran Kementrian PUPR No. 40/SE/DC/2016, diakses pada tanggal 12 mei20186Kementrian PUPR, “Tentang Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)”,http://kotaku.pu.go.id/web kotaku/publik/page/6880, diakses tanggal 29 Januari 20184

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta menyatakan, saat inikawasan kumuh di Kota Yogyakarta tercatat seluas 174,4 hektare. 7Upayapenyelesaian masalah permukiman kumuh, Program Kotaku memiliki tujuan,tujuan menurunnya luas kawasan permukiman kumuh menjadi 0 hektare.Dalam proses penataan kawasan kumuh pemerintah kota Yogyakarta fokuspada kawasan bantaran sungai dikarenakan titik kawasan kumuh diYogyakarta banyak didapat di bantaran sungai.8Pada dasarnya mendirikan rumah ataupun bangunan di tepi sungaitersebut tidaklah luput dari bahaya, misalnya bencana banjir ataupun longsoryang disebabkan oleh pengikisan tanah. Apabila musim hujan tiba sungaiakan susah menampung genangan air atau volume air yang masuk sehinggadapat menyebabkan banjir. Apalagi beberapa lokasi pendangkalan akibaterupsi Merapi9. Selain persoalan banjir, setiap kawasan kumuh juga memilikipersoalan kesehatan, misalnya wabah penyakit malaria atau demam berdarahyang disebabkan permukiman kumuh. Walaupun demikian masyarakatpinggiran sungai tetap tinggal dikarenakan tidak punya pilihan lain.Isu lingkungan menjadi perhatian pokok dalam menyelesaikanpermasalahan di lingkungan bantaran sungai. Hal ini karena kondisi tepiansungai yang sudah tidak kondusif dengan pemukiman yang menghilangkan7Gil,”Akhir2017, Kawasan Kumuh Kota Yogyakarta tinggal 144 hektare”, berita hir-2017, diakses pada tanggal 29 Januari 20188Ujang Hasanudin, “Ini Dia Titik-Titik Kawasan Kumuh di Jogja”, berita online,http://www.solopos.com/2018/01/13,diakses tanggal 29 Januari 20189Kartika Dwilestari, Manajemen Pra Bencana Oleh KampungTangguh Bencana, (Skripsitidak diterbitkan: UIN Sunan Kalijaga, 2015)5

sepadan sungai, kumuh, dan kotor dengan banyaknya tumpukan sampah.Pemukiman padat yang mengorbankan ruang publik dan area hijau. Kondisiseperti ini banyak ditemukan di beberapa pemukiman bantaran sungai didaerah lain, dan isunya pun serupa, sepadan sungai yang hilang danminimnya ruang terbuka hijau publik10.Munculnya program Kotaku merupakan salah satu upaya pemerintahdalam menanggulangi pemukiman kumuh yang berada di Kota Yogyakarta.Harapan akan dapat meningkatkan akses infrastruktur dan pelayanan terhadapmasyarakat dari dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung adanyapermukiman yang layak huni, produktif dan juga berkelanjutan.11 Sebanyak12 kelurahan menjadi sasaran prioritas program Kotaku pada tahun 2017 diKota Yogyakarta, diantaranya kelurahan yang masuk pada bantaran SungaiWinongo dari Kricak hingga Gedongkiwo.12Kelurahan Kricak menjadi kawasan start dari penataan kawasankumuh di bantaran Sungai Winongo. Sungai Winongo merupakan salah satusungai terbesar di Kota Yogyakarta. Penataan kawasan di bantaran sungai inimerupakan salah satu upaya dalam pembangunan kelurahan wisata diKelurahan Kricak. Maka program Kotaku dapat berperan sebagai upaya10Alifiano Rezka Adi, Penataan Kawasan Bantaran Sungai Menjadi Lebih Ekologis,Kasus Bantaran Sungai Code, http://www.kompasiana.com/Alifiano Rezka Adi/penataankawasan-bantaran-sungai-code, diakses 10 Oktober 201711Prokotaku.blogspot.co.id, diakses tanggal 25 November 201712Eka Arifa Rusqiyati, “12 Kelurahan Prioritas „Kotaku‟ 2017 di a,diakses pada tanggal 29 Januari 2018.6

pemberdayaan masyarakat melalui penataan kawasan kumuh melalui kegiataninfrastruktur serta pendampingan sosial dan ekonomi guna keberlanjutanmasyarakat di permukiman kumuh.Berdasarkan latar belakang diatas, penulistertarik untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana implementasi ProgramKotaku dalampemberdayaan masyarakat di kelurahan Kricak.C. Rumusan MasalahDari latar belakang di atas maka peneliti mengajukan rumusan masalah yaitu:1 Bagaimana tahapan implementasi Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku)di RT 02 RW 01 Kricak Yogyakarta?2 Bagaimana dampak dari Program Kotaku yang telah dijalankan di RT 02RW 01 Kricak Yogyakarta?D. Tujuan Penelitian1. Mendeskripsikan tahapan implementasi program Kotaku dalam penataankawasan kumuh.2. Mendeskripsikan dampak dari program Kotaku yang telah dijalankanmelalui penataan kawan kumuhE. Manfat PenelitianBerdasarkan tema diatas maka penelitian ini memiliki manfaat teoritis danjuga manfaat praktis, diantaranya sebagai berikut:7

1.Manfaat secara teoritisa. Dapat dijadikan bahan referensi akademisi bagi para pengembanganmasyarakat yang berfokus pada kawasan kumuh dan juga penataan darikawasan kumuh tersebut.b. Penelitian ini dapat dijadikan referensi tambahan bagi para pendampingdan komunitas sungai dalam Program Kotaku2.Manfaat secara praktisa. Penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan bagi aktifis Sungai Winongodalam mewujudkan kawasan Winongo yang bersih.b. Dapat dijadikan pengetahuan dan penyadaran bagi masyarakat tentangpentingnya kebersihan dan penataan kawasan kumuh di bantaranSungai Winongo.F. Kajian PustakaBerdasarkan tema di atas, peneliti mendapatkan beberapa karyasebelumnya yang hampir sama dengan tema yang dibahas dalam penelitianini. Adapun penelitian tersebut adalah sebagai berikut:Pertama, Skripsi oleh Syukron Munjazi (2009) “PemberdayanMasyarakat Untuk Mengurangi Kemiskinan Melalui Program NasionalPemberdayaan Masyarakat (PNPM)-Mandiri(Study Kasus Implementasi diKelurahan Demangan, Gondokusuman Kota Yogyakarta)”. Dalam skripsi asional

Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)-Mandiri.13Paradigma pemberdayaaningin mengubah kondisi dengan cara memberi kesempatan kepada orangmiskin untuk merencanakan dan melaksanakan program pembangunan, danjuga diberikan kesempatan untuk mengelola dana yang berasal daripemerintah ataupun pihak lain. Beberapa persoalan yang ada pada masyarakatyang tergolong kurang mampu menjadi dasar adanya penelitian oleh penulis,dengan metode wawancara dan juga dokumentasi sebagai pendekatan untukmemperoleh data yang lebih dalam. Adapaun analisis yang disajikan berupadiskripsi dari hasil metode tersebut melalui uji silang dengan sumber-sumberyang berkompeten guna memperoleh obyektifitas data. Hal ini karenapenelitian ini dilakukan dengan partisipan reseach dengan merujuk teori StateDevelopment dengan Society Development yang berpadu dengan para ahlitentang partisipasi dan juga pemberdayaan,maka permasalahan penelitian inidijawab dalam wacana teoritis yang dinamis.Berdasarkan kajian pustaka di atas maka dapat dilihat persamaan danjuga perbedaannya dengan penelitian yang akan dilakukan ini. Dalampenelitian Syukron Munjazi tersebut mempunyai persamaan dalam penelitianyang akan dilakukan ini yaitu sama-sama meneliti mengenai penataankawasan. Sedangkan letak perbedaannya adalah pada objek dan juga lokasipenelitian serta fokusnya. Bahwa penelitian yang akan dilakukan inimengenaipenataan kawasan kumuh dengan program Kotaku sedangkan13Syukron Munjazi, Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mengurangi Kemiskinan MelaluiProgram Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)-Mandiri (Study Kasus Implementasi diKelurahan Demangan, Gondokusuman Kota Yogyakarta), Skripsi tidak diterbitkan, (UIN SunanKalijaga, 2009)9

kajian pustaka diatas menggunakan Program Nasional PemberdayaanMasyarakat (PNPM)-Mandiri.Kedua, artikel oleh Alifiaano Rezka Adi (2015) “Penataan KawasanBantaran Menjadi Lebih Ekologis, Kasus Bantaran Sungai Code”14. Dalamartikel ini membahas tentang masih banyaknya lingkungan yang masihmembutuhkan perhatian khusus, dikarenakan kondisi yang kotor, kumuh,banyak polusi, pencemaran, kepadatan penduduk dan lain sebagainya.Dengan studi kasusnya adalah bantaran sungai Code, meskipun menurutpenulis Yogyakarta sudah ditutupi dengan branding Kraton dan jugakebudayaan yang sangat kental, namun tidak dapat dipungkiri masih adabeberapa titik yang masih sangat harus diperhatikan, dari aspek penataankawasan kumuh di bantaran sungai salah satunya.Dengan adanya permasalahyang timbul di area bantaran sungai di wilayah Code ini, maka dapatditanggulangi dengan rencana pebangunan monorial disepanjang tepiansungai Code, dan juga dengan adanya pengaturan sikulasi kendaraan yangterancang bertujuan untuk meminimalisr kemacetan yang disebabkansempitnya akses jalan yang ada pada kawasan padat atau kawasan bantaransungai Code ini.Berdasarkan kajian pustaka di atas dapat dilihat persamaan dan jugaperbedaannya dengan penelitian yang akan dilakukan ini. Dalam penelitian14Alifiano Rezka Adi, Penataan Kawasan Bantaran Sungai Menjadi Lebih Ekologis,Kasus Bantaran Sungai Code, http://www.kompasiana.com/Alifiano Rezka Adi/penataankawasan-bantaran-sungai-code, diakses 10 Oktober 201710

Alifiaano Rezka Adi tersebut persamaan dalam penelitian yang saya lakukanyaitu sama-sama meneliti tentang penataan kawasan kumuh yang ada dibantaran sungai. Sedangkan letak perbedaannya yaitu pada objek daripenelitian, bahwa yang akan diteliti Alifiano Rezka Adi ini di bantaran kaliCode, sedangkan yang saya teliti di bantaran Winongo tepatnya di KelurahanKricak RW 01 Yogyakarta.Ketiga, Skripsi oleh Ayu Sekarini (2013) “Implementasi ProgramNasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) DalamMenanggulangi Kemiskinan (Study Kasus Di Kecamatan Umbulharjo KotaYogyakarta), dalam skripsi ini menelaah tentang Pemberdayaan Masyarakatmelalui PNPM-MP bertujuan untuk meminimalisir kemiskinan yang adadimasyarakat tepatnya di kecamatan Umbulharjo Yogyakarta.Dengan fokuspenelitian adalah untuk mengetahui, mendiskripsikan, dan menganalisispelaksanaan Program PNPM-Mandiri di Kecamatan Umbulharjo KotaYogyakarta. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan. Sedangkan sifatdari penelitian ini adalah deskiptif analisis, dengan tujuan menggambarkansecara sistematik dan juga menjelaskan mengenai implementasi ProgramNasional Pemberdayaan Masyarakat dan juga kinerja BKM dalammelaksanakan PNPM Perkotaan. Untuk mengumpulkan data yang lebihakurat, peneliti melakukan wawancara dengan pihak yang bersangkutan.Hasil evaluasi menjelaskan cara penyelesaian dari masalah masyarakat inidengan adanya menjalankan satu dari beberapa program yang ada dalam11

tugas PNPM-Mandiri yaitu dengan adanya pembangunan infrastrukturekonomi masyarakat.Berdasarkan kajian pustaka diatas maka dapat dilihat persamaan danjuga perbedaannya dengan penelitian yang akan dilakukan ini. Dalampenelitian Ayu Sekarini tersebut persamaan dalam penelitian yang berdayaanMasyarakat. Sedangkan letak perbedaannya adalah pada objek dan jugalokasi penelitian serta fokus nya serta program dalam penelitian tersebut.Bahwa penelitian yang akan dilakukan ini mengenaipenataan kawasankumuh dengan program Kotaku.Keempat, Tesis Tunreng Usman (2008)“Pola Penataan PermukimanKumuh di Kawasan bantaran Sungai Palu15. Dalam tesisini membahastentang hasil penelitian yang peneliti dapatkan di lapangan, bahwasanyakondisipemukiman sangatlah memprihatinkan, dilihat dari kondisibangunannya yang dibangun non permanent, dan juga dengan jarak yangsangat rapat dari bangunan satu dengan yang lainnya. Adapun kontruksi jalanjuga hanya dengan tanah, dan tidak dilengkapi dengan rutilitas (wadahpersampahan, jaringan drainase, dan sanitasi lingkungan) yang memadai,serta tidak adanya akses untuk menjangkau jalan di kawasan tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan suatu pola penataanyang kumuh agar menjadi lingkungan yang layak huni dan juga mempunyairuang bebas hijau, pada kawasan bantaran sungai Palu.15Tunreng Usman, “Pola Penataan Lingkungan Permukiman Kumuh Di Ka

Skripsi ini berjudul Implementasi Program Kotaku Menyelesaikan Persoalan Lingkungan Kumuh di Kricak Yogyakarta. Agar tidak menimbulkan perluasan arti atau kesalahan pengertian yang ada pada judul skripsi di atas maka penulis perlu memperjelas beberapa istilah yang dibahas pada judul tersebut. 1. Implementasi

Related Documents:

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH . Implementasi Kebijakan Publik . 30 3. Partisipasi Masyarakat Pada Implementasi . akan semakin besar partisipasi dan kontribusinya di sektor-sektor yang produktif; (4) dengan peningkatan program wajib belajar dari 6 ke 9 .

1 IMPLEMENTASI ANIMASI DALAM PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Norhayati Che Hat,1 Shaferul Hafes Sha'ari,2 Mohd Fauzi Abdul Hamid 3. norhayatich@unisza.edu.my 1,2,3 Universiti Sultan Zainal Abidin. Abstrak: Implementasi animasi sebagai bahan bantu mengajar (BBM) dalam pembelajaran bahasa Arab merupakan satu inovasi dalam mewujudkan suasana yang mampu

6. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan matriks transformasi 7. Membuat model matematika dari suatu masalah kontekstual 8. Menyelesaikan masalah program linear denganmetode grafik 9. Menyelesaikan masalah program linear dengan metode simpleks 10. Menyelesaikan masalah dualitas C. Uraian Materi 1. Be

pijakan dalam pembahasan selanjutnya, maka penulis akan menguraikan istilah-istilah utama yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain: 1. Implementasi Keterampilan Memberi Penguatan (Reinforcement) Implementasi merupakan suatu proses penerapan ide, konsep, kebijakan, atau inovasi dalam bentuk tindakan praktis sehingga memberikan

IMPLEMENTASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER . MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA . PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR . FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN . UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG . 2017 . i IMPLEMENTASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER . Implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SD Negeri Purwantoro 2 Malang .

dalam menyelesaikan soal matematika adalah kesalahan dalam menafsirkan konsep, kesalahan dalam memahami dan mencermati perintah soal, dan kesalahan siswa yang tidak mampu membagi waktu dalam menyelesaikan soal. Berdasarkan uraian diatas maka analisis kesalahan mahasiswa pada penyelesaian

SILABUS A. Silabus Implementasi Kurikulum 2013 B. Silabus Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum 2013 Silabus Assesmen dan Penetapan Peminatan Peserta Didik D. Silabus Praktik Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam BAGIAN 3: 2.1 MATERI PELATIHAN 1. Materi Pelatihan 1 : Implementasi Kurikulum 2013 1.1 Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum 2013

API publications necessarily address problems of a general nature. With respect to particular circumstances, local, state, and federal laws and regulations should be reviewed. Neither API nor any of API's employees, subcontractors, consultants, committees, or other assignees make any