Pemberian Penguatan (Reinforcement) Dalam Meningkatkan .

3y ago
90 Views
5 Downloads
391.04 KB
9 Pages
Last View : 20d ago
Last Download : 6m ago
Upload by : Gia Hauser
Transcription

Pemberian Penguatan (Reinforcement)dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswapada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP MuhammadiyahTanjungpinang Tahun Pelajaran 2017/201812NadiaDr. H. Abdul Malik, M.Pd3Indah Pujiastuti, M.Pd.Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaFakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Maritim Raja Ali HajiEmail : -Nomor Telephone : 082391998297ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Pemberian Penguatan(Reinorcement) dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata PelajaranBahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah Tanjungpinang Tahun Pelajaran2017/2018, Alasan mengambil judul tersebut karena terdapat beberapa hambatanyang di alami guru pada saat pemberian penguatan berlangsung, pemberianpenguatan oleh guru belum dilaksanakan dengan sepenuhnya. Oleh sebab itu, penelitimenggunakan keterampilan pemberian penguatan untuk meningkatkan motivasibelajar siswa.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, untuk mendapatkandata, peneliti menggunakan teknik angket dan wawancara. Objek penelitian ini terdiridari dua yaitu siswa dan guru, hasil penelitian diambil dari angket dan wawancara.Peneliti menemukan adanya hasil penelitian berupa bentuk-bentuk penguatan yaitupenguatan verbal misalnya kata-kata bagus, tepat, pintar dan benar, sertamenggunakan kalimat kamu pintar, jawabanmu sangat bagus dan sebagainya.Sedangkan penguatan nonverbal misalnya guru mendekati siswa, memberi senyuman,tepukan tangan, hadiah dan sebagainya, serta faktor yang menghambat pemberianpenguatan itu berasal dari siswa itu sendiri, siswa kurang mendengar nasihat yangdiberikan oleh guru misalnya saya sudah menasehati dia untuk mengerjakan tugas,namun ia masih juga tidak mengerjakan tugas tersebut, dan juga masih ada yang tiduratau makan di dalam kelas.Kata Kunci: Pemberian Penguatan, Motivasi Belajar

PENDAHULUANPendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang sangat pentingdalammasyarakat yang berbudaya. Di era globalisasi seperti saat ini, pendidikan merupakanhal yang dibutuhkan untuk menghadapi arus perubahan yang semakin gencar dancepat.Masyarakat dituntut untuk meningkatkan kualitas pribadinya untuk dapatbersaing di zaman yang semakin kental dengan perubahan.Perubahan yang terjadisekarang ini, tentunya tidak terlepas dari kemunculan teknologi yang semakin banyakmempengaruhi perilaku anak bangsa. Banyak anak-anak yang salah jalan dalammenggunakan teknologi, banyak anak bangsa yang mengikuti gaya kebaratan.Guru mempunyai peran yang sangat signifikan dalam kemajuan pendidikan.Profesionalitas guru sangat mendukung dalam memajukan pendidikan. DalamUndang-Undang No 14 tahun 2003 tentang guru dan dosen pasal 8 disebutkan bahwaguru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, dan memiliki kemampuanuntuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Melalui pembelajaran yang dilakukanguru dijadikan tulang punggung dalam kemajuan dan harapan masa depan bangsa.Guru sebagai seorang pendidik dan pengajar harus memiliki berbagai keterampilandalam rangka mencapai tujuan dalam pembelajaran.Seorang guru yang baik, setidaknya perlu memiliki delapan keterampilan dasardalam mengajar.Usman (2010: 74) mengungkapakan bahwa terdapat kompetensidasar yang harus dikuasai guru.Keterampilan tersebut adalah keterampilan bertanya(questioning skills), keterampilan memberikan penguatan (reinforcement skills),

keterampilan mengadakan variasi (variation skills), keterampilan menjelaskan(explanning skills), keterampilan membuka dan menutup pelajaran (set induction andcloser), keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelolakelas, serta keterampilam mengajar perseorangan.Untuk menjadi seorang guru,keterampilan guru seharusnya menjadi keterampilan dasar yang melekat pada seorangpendidik.Alasan memilih keterampilan memberi penguatan untuk dijadikan bahanpenelitian, karena di sekolah yang saya teliti terdapat beberapa masalah yangberkaitan dengan kurangnya keterampilan guru dalam pemberian penguatan, gurukurangmengoptimalkanbagaimana pemberian penguatan yang seharusnya dilakukanpada saat proses pembelajaran berlangsung. Guru tidak bisa memberikan penguatansesuai apa yang dibutuhkan siswa, kurangnya pendekatan yang dilakukan guru, iahanya sekedar memberikan ilmu namun tidak memotivasi siswa agar lebih semangatlagi dalam menuntut ilmu.Hal tersebut menyebabkan banyak siswa yang kurang aktifdi dalam kelas, terkadang siswa juga tidak berani untuk mengutarakan pendapatnya,selain itu siswa juga kurang tertarik terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia yangterkesan membosankan.Untuk mengatasi hal tersebut tentunya kita sebagai seorang guru harus fahamterhadap kondisi siswa, kita harus pandai mengkondisikan penguatan yang kitaberikan dengan materi yang akan kitaajarkan nantinya. Kita juga harus pandaimemahami karakter siswa.Karena setiap siswa memiliki karakter yang berbeda.Kita

tidak boleh mengatakan bodoh kepada siswa, kita harus selalu memotivasi siswauntuk lebih rajin lagi dalam belajar misalnya dengan berkata “tugasmu sudah baik,tetapi ada yang harus diperbaiki lagi”.Terkadang siswa juga butuh penguatan berupapenghargaan dan pujian yang membuat siswa merasa mendapat apresiasi terhadapapa yang ia lakukan.Penguatan menjadi salah satu dari delapan keterampilan dasar mengajar guruyang sangat berperan dalam proses belajar mengajar. Hal ini dikarenakan penguatandapat mengubah perilaku siswa. Pernyataan tersebut sesuai dengan pendapat Usman(2010: 80) mengemukakan bahwa penguatan (reinforcement) adalah segala bentukrespons, apakah bersifat verbal ataupun nonverbal, yang merupakan bagian darimodifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan untukmemberikan informasi atau umpan balik (feedback) bagi si penerima (siswa) atasperbuatanya sebagai suatu tindak dorongan ataupun koreksi. Penguatan adalahrespons terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinanberulangnya kembali tingkah laku tersebut.Berdasarkan penjelasan di atas, terdapat beberapa hambatan yang dialami gurupada saat pemberian penguatan berlangsung, pemberian penguatan oleh guru belumdilaksanakan dengan sepenuhnya.Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk menelititentang pemberian penguatan (reinforcement) dalam meningkatkan motivasi belajarsiswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah Tanjungpinangtahun pelajaran 2017/2018

BAHAN DAN METODEObjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa. Metode yang digunakandalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif deskriptif, yang bertujuan untukmendeskripsikan pemberian penguatan dalam meningkatkan motivasi belahar siswapada mata pelajaran Bahasa Indonesia.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik angket danwawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data,penarikan kesimpulan dan verifikasi. Sedangkan, instrument yang digunakan dalampenelitian ini yaitu peneliti itu sendiri dan instrument tambahan berupa lembar angketdan lembar wawancara.HASILBerdasarkan data yang telah dikumpulkan, peneliti menemukan hasilpenelitian yaitu berupa lembar angket yang terdiri dari 18 pertanyaan, yang berkaitandengan bentuk-bentuk pemberian penguatan. Terdapat 3 pertanyaan yang termasukke dalam penguatan verbal dan 14 pertanyaan termasuk ke dalam penguatannonverbal, 1 pertanyaan termasuk ke dalam faktor yang menghambat pemberianpenguatan. Selain itu, lembar hasil wawancara yang terdiri dari 10 pertanyaan.Terdapat 3 pertanyaan yang berkaitan dengan faktor yang menghambat pemberianpenguatan dan 7 pertanyaan yang berkaitan dengan bentuk-bentuk pemberianpenguatan.

PEMBAHASANBerdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh di atas, maka penelitimenemukan adanya bentuk-bentuk pemberian penguatan dan faktor yangmenghambat pemberian penguatan. Bentuk-bentuk pemberian penguatan itu terbagimenjadi dua yaitu penguatan verbal dan nonverbal. Adapun penguatan verbal yangdiberikan guru itu berupa kata-kata bagus, pintar, tepat, dan sebagainya sedangkancontoh kalimatnya yaitu “kamu hebat ya”. Sedangkan penguatan nonverbal yangdiberikan guru seperti pendekatan kepada siswa, guru memberikan senyuman,tepukan, hadiah kecil, berkeliling kelas, dan berdiri di samping siswa. Selain itu,faktor penghambat pemberian penguatan itu berasal dari siswa itu sendiri, siswakurang mendengarkan nasehat guru.KESIMPULANBerdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang pemberian penguatan(reinforcement) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaranBahasa Indonesia di SMP Muhamadiyah Tanjungpinang tahun pelajaran 2017/2018,ditemukan bentuk-bentuk pemberian penguatan serta faktor-faktor yang menghambatpemberian penguatan itu sendiri. Adapun hasil tersebut didapatkan melalui teknikangket yang diberikan kepada 40 respondens. Selain itu juga menggunakan teknikwawancara yang ditujukan kepada guru.

Di SMP Muhammadiyah Tanjungpinang, guru telah melakukan pemberianpenguatan berdasarkan bentuk-bentuk pemberian penguatan yaitu penguatan verbalmaupun penguatan nonverbal. Adapun pemberian penguatan verbal yang telahdiberikan guru kepada siswa berupa kata-kata baik, bagus, pintar, tepat sertamenggunakan kalimat yang baik juga. Sedangkan penguatan nonverbal yang telahdilakukan berupa penguatan melalui gerak isyarat, melalui pendekatan, melaluisentuhan, melalui kegiatan yang menyenangkan, dan penguatan melalui simbol ataubenda.Selain bentuk-bentuk penguatan yang telah diberikan oleh guru, terdapat jugafaktor yang menghambat pemberian penguatan tersebut. Adapun faktor itu berasaldari siswa itu sendiri yaitu kurangnya respon siswa terhadap nasihat guru, pada saatmengajar terkadang ada siswa yang sudah dinasihati, namun ia tetap juga tidakmendengarkan nasihat tersebut. Untuk mentagasi masalah tersebut tentunya guruharus tetap sabar, semangat, serta harus lebih kreatif lagi dalam memberikanpenguatan kepada siswa.UCAPAN TERIMA KASIHTerima kasih peneliti ucapkan kepada Pak Malik, Bu Indah, Bu Leo, dan BuLegi yang telah membimbing, memotivasi dan memberikan masukan kepada sayaselama penulisan skripsi, terima kasih juga buat kedua orang tua saya, keluarga,sahabat dan teman-teman semua atas doa dan dukungannya.

DAFTAR PUSTAKAA. M, Sardiman. 2011. Interaksi dan Motivasi BelajarMengajar. Jakarta: PTRajagrafindo persada.Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:Rineka Cipta.Hamdayama , Jumanta. 2016.Metodologi Pengajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.Hernawan, Asep Herry, dkk. 2011. Pembelajaran Terpadu di SD. Jakarta:Universitas Terbuka.Layliyah, Laylatul. 2008.“Pemberian Penguatan (Reinforcement) dalam MeningkatkaMotivasi Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) Siswa di SMP NEGERI 18Malang”.Skripsi.Malang; Universitas Islam Negeri Malang /4527/1/04610024.Malik, Abdul. 2016. Penelitian Deskriptif untuk Bidang Pendidikan, Bahasa, Sastra,dan Sosial-Budaya. Tanjungpinang: FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji.Malik, Abdul. 2018. Materi Kuliah: Penelitian Pengajaran Bahasa Indonesia.Tanjungpinang: FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji.Mulyasa, E. 2015.Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Nugraheni, Pratiwi Wahyu. 2011. “Pengaruh Pemberian Penguatan (Reinforcement)dan Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata PelajaranBahasa Indonesia siswa Kelas X SMA N 1 Klego Boyolali Tahun2010/2011”. Skripsi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret (Tidak 61611201112271.Riduwan.2005. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru, Karyawan dan PenelitiPemula. Bandung: Alfabeta.Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidka.Jakarta: Kencana Pranada Media Group.Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suhanda. 2017. “Pengaruh Pemberian Penguatan dalam Proes Pembelajaran BahasaIndonesia Terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran BahasaIndonesia Kelas VII SMP Negeri 2 Anak Tuha”.Skripsi. Lampung:Universitas Bandar Lampung (Tidak IPSI%20BAB%20PEMBAHASAN.Usman, Moh. Uzer. 2010. Menjadi Guru Professional. Bandung: PT RemajaRosdakarya.Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional (Sisdiknas). Jakarta: Sinar Grafika.

keterampilan mengadakan variasi (variation skills), keterampilan menjelaskan (explanning skills), keterampilan membuka dan menutup pelajaran (set induction and closer), keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, serta keterampilam mengajar perseorangan.Untuk menjadi seorang guru, keterampilan guru seharus

Related Documents:

Pemberian reward dan punishment dapat diberikan kepada PNS dan PTT yang melakukan kegiatan pemberian layanan 3. Pemberian reward dan punishment dapat diberikan untuk perseorangan atau kelompok 4. Pemberian reward dan punishment diberikan setiap akhir tahun pada saat acara HUT KALTARA 5. Pemberian reward berupa perjalanan dinas disesuaikan .

diberikan tindakan dengan pemberian reward dan punishment. Pemberian reward berupa pujian, penghormatan, pemberian hadiah, dan tanda penghargaan. Pemberian punishment berupa punishment preventif dan punishment represif.Rata-rata kedisiplinan siswa setelah diberikan tindakan pada siklus I 74,52% dan pada siklus II 87,62%.

1. Pemberian bimbingan dalam belajar 28,31 7 3 2. Pemberian nasihat 6,22 2,41 4 3. Pengawasan dalam belajar 10,20,34 14 4 4. Pemberian motivasi belajar 42 9 2 5. Pemberian penghargaan - 3,45 2 6. Pemberian fasilitas untuk belajar - 44,40,16 3 Jumlah 18 . Sedangkan 32 butir lainnya valid dan dapat dilihat pada tabel 4.2 di bawah ini:

pemberian tugas dan yang belajar dengan tanpa penerapan metode pemberian tugas pada pokok bahasan sistem pencernaan manusia, dan untuk mengetahui apakah penerapan metode pemberian tugas (resitasi) efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sungguminasa

pijakan dalam pembahasan selanjutnya, maka penulis akan menguraikan istilah-istilah utama yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain: 1. Implementasi Keterampilan Memberi Penguatan (Reinforcement) Implementasi merupakan suatu proses penerapan ide, konsep, kebijakan, atau inovasi dalam bentuk tindakan praktis sehingga memberikan

a. Pola Pemberian Makan Berdasarkan data yang diambil di Posyandu Kunir Putih VIII Desa Giwangan Kota Yogyakarta melalui pengisian kuesioner oleh ibu balita, untuk pola pemberian makan dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Responden Menurut Pola Pemberian Makan No. Pola Pemberian Makan Frekuensi Presentase 1.

Lampiran 3 Tabel penolong perhitungan reliabilitas angket pemberian pelaksanan metode pemberian tugas (X) Lampiran 4 Angket penelitian pelaksanaan metode pemberian tugas (X) Lampiran 5 Data responden Lampiran 6 Hasil perhitungan angket pelaksanaan metode pemberian tugas (X) Lampiran 7 Nilai prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI (Y)

Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan memandang masih diperlukan pemberian insentif . Sentra HKI yang telah memiliki minimal 2 paten granted dan 10 paten terdaftar di . huruf G dan J dilakukan oleh Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan. 2. Seleksi Substantif